Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

BRAILLE PENENTU KEMAJUAN TUNANETRA 2



Karya HABANUS
Sebuah puisi untuk gema Braille pada ulang tahun BPBI Abiyoso ke-50

Kenapa Louis Braille dikenang berjasa ?
Untuk siapa Braille itu bermakna ?
Apakah Braille itu sesungguhnya ?
Bagaimana Braille itu dipergunakannya ?

Temuan Louis Braille penentu kemajuan tunanetra;
Tanpa temuannya tak terbayangkan tunanetra jadi apa ?
Yang tertimpa kelam akan bertambah gulita;
Yang terserang gelap semakin redup tanpa cahaya;
Mungkin tunanetra menyerah sirna dilanda putus asa.

Kini tunanetra boleh bangga menepuk dada;
Bukan sombong merasa terpedaya ria;
Melainkan menggelorakan semangat juang untuk berkarya;
Sebagai penghargaan terhadap temuan Louis Braille yang telah berjasa.

Temuan Louis Braille adalah huruf Braille yang sederhana;
Sekedar enam titik timbul tiga vertical dan dua horizontal saja;
Namun kegunaannya tak ternilai harganya sebagai penentu kemajuan tunanetra di dunia;
Tentu sang Louis Braille sangat bangga jika sempat menyaksikannya.

Braillelah yang menyinari pemikiran tunanetra sehingga berpengetahuan;
Braillelah yang menerangi hati tunanetra sehingga beriman;
Braillelah yang menajamkan perasaan tunanetra sehingga terampil berkarya nyaman;
Braillelah yang membuka pintu kesempatan bagi tunanetra untuk memangku jabatan;
Braillelah yang membuat tunanetra semakin terhormat bermartabat aman.

Mari kita tunanetra menggunakan Braille meraih keberhasilan;
Mengejar ketertinggalan, menyongsong kemajuan;
Membuktikan mimpi menjadi kenyataan;
Menuju puncak kejayaan yang didambakan.



GEMA BRAILLE MENGGAUM HARUM


GEMA BRAILLE MENGGAUM HARUM
Karya HABANUS
Sebuah puisi untuk Gema Braille menyambut ulang tahun BPBI Abiyoso ke-50

Lima puluh tahun lalu Gema Braille dilahirkan;
Menaruh tuntutan tunanetra yang haus akan pengetahuan;
Rindu membaca memperluas wawasan;
Penyalur hobi menulis untuk curahkan perasaan.

Gema Braille terus menggema ke jagat tunanetra seIndonesia;
Mendenting telinga tunanetra yang berpangku tangan
Merangsang kemauan tunanetra yang berdiam durja;
Membangkitkan semangat tunanetra yang cenderung putus asa;
Membuka cakrawala berpikir tunanetra untuk mau maju bersama.

Hendaklah Gema Braille bernafsu mengembang sayap;
Meningkatkan kualitas sajian semakin mantap;
Terbang menjangkau tunanetra yang terpaksa tiarap;
Menggugah kembali bangkit siap menyergap.

Kini Gema Braille sudah genap mencapai usia lima puluh tahun;
Gemanya menggaum mengharum rimbun;
Suaranya meraung menuntun nimbrung;
Sajiannya menggunung melepas bingung;
Seruannya mengharu mengajak senyum.

Maju terus Gema Braille yang tengah berhimpun;
Menyunting ilmu yang dipandang membangun;
Untuk disuguhkan kepada para tunanetra yang mau terbangun;
Agar yang kelam gelap gulita tak selamanya linglung.

Dirgahayu Gema Braille yang sedang berulang tahun;
Doa restu kami menyertai anda yang terus tekun;
Mengusung Gema Braille agar terus mendengung.

Kamis, 17 Maret 2011


BANDUNG BERMARTABAT
Karya : HABANUS


Bandung kota bersejarah;
Menginspirasi menorah cerah;
Rasa terlelah, pikiran tergugah;
Gagasan merekah, kemauan bergairah;
Suara hati perjuangan harus berubah mengubah.

Bandung kota Paris Van Java;
Terinspirasi mengolah rasa;
Terintimidasi mengolah raga;
Termotivasi mengolah jiwa;
Tergugah hati mengubah mimpi menjadi nyata.

Bandung pernah dikenang sebagai kota kembang;
Tempat berseminya segala macam bunga berkembang;
Tempat berseminya segala macam bunga pemikiran terkembang;
Di sini terbukti banyak bunga mimpi menjadi buah kenyataan.

Bandung kota jasa wisata;
Tempat melepas lelah pelipur lara;
Tempat penyegar semangat pembaharu tekad;
Kembali berkarya membangun bangsa.

Kini Bandung menjadi Kota Bandung Bermartabat;
Warganya berhikmat meraih berkat;
Pemimpinnya bertekad bulat membela umat;
Mengikis diskriminasi meskipun penyandang cacat.

Hari ini kami segenap penyandang cacat;
Bertekad bulat mengangkat harkat Bandung Bermartabat;
Belajar bersemangat bekerja giat;
Asalkan pemerintah dan pemimpin masyarakat;
Member kami kesempatan menduduki tempat yang tepat.


Bandung, 19 Maret 2011
Wassalam Penulis

HABANUS
DR. H. Ahmad Basri, N.S., M.Pd
(Tunanetra)

UNGKAPAN KATA HATI ANAK BANGSA YANG TERMARJINALKAN


Puisi dan doa silaturahmi kerinduan
Dari laisan anak bangsa yang termarjinalkan
Kepada Ibu Wakil Ibu Negara Republik Indonesia yang dimuliakan
Nyoya Hj. Herawati Budihiono yang terpilih berjanji memberikan dukungan
Sungguh indah pembangunan untuk semua dicanangkan
Mungkinkah seetes keindahan itu menyentuh kami anak bangsa yang termarjinalkan
Itulah pertanyaan yang kami rindu jawaban yang memuaskan

Tahukah Ibu siapa saja yang termasuk lapisan anak bangsa yang termarjinalkan?
Adalah kami yang terpaksa menjadi yatim piatu dikarenakan berbagai sebab keadaan,
Adalah kami yang terpaksa menjadi anak jalanan,
Adalah kami yang terpaksa tak tersentuh pendidikan
Adalah kami yang terpaksa mengemis dipinggir jalan
Adalah kami yang terpaksa menjadi pengangguran
Adalah kami yang terpaksa hidup mengurban
Adalah kami yang terpaksa hidup menggelandang
Adalah kami yang tak berpeluang meraih kesempatan berperan
Adalah kami yang tak mampu bersaing tajam
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban kekerasan
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban perkosaan
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban bencana alam
Adalah kami yang terpaksa hidup terpencil dan terbuang
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban melemahnya perekonomian
Adalah kami yang terpaksa menjadi lanjut usia tampa jaminan
Adalah kami yang terpaksa menyandang kecacatan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan penglihatan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan pendengaran
Adalah kami yang terpaksa kehilangan kemampuan berbicara lisan
Adalah kami yang terpaksa melemahnya ingatan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan anggota badan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan kendali perasaa
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban ketergantungan obat-obatan terlarang
Adalah kami yang terpaksa melakukan kegiatan pekerjaan pelacuran
Adalah kami yang terpaksa menjadi mantan lembaga pemasyarakatan
Adalah kami yang terpaksa korban keterasingan
Adalah kami yang terpaksa melanggar peraturan ketentuan hukum perundang-undangan
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban kerasnya peperangan perpolitikan
Kesimpulannya adalah kami yang terpaksa menjadi korban ketidak-adilan
Dari manusia yang tidak peduli akan pentingnya berperikemanusiaan.
Serta tidak mau mengerti akan pentingnya landasan keTuhanan

Kepada siapakah kami sepatutnya mengadukan permasalahan dengan harapan
Kerinduan setetes indahnya pembangunan untuk semua semakin dapat diharapkan

Mungkinkah kami mengadu kepada para konglomerat?
Kami ragu justru mereka akan memberi damprat
karena mereka khawatir akan jatuh melarat

Mungkinkah kami mengadu kepada para pejabat birokrat?
Kami ragu justru kami akan terperangkap jerat
Karena panjangnya meja birokrasi yang bberlipat-lipat

Mungkinkah kami  mengadu kepada para penegak hukum terhormat?
Kami justru takut akan mendapat fitnah khianat
Karena mereka bertugas menghukum yang terbukti keparat

Mungkinkah kami mengadu kepada media massa?
Sepertinya mereka akan suka saja menerima siapapun juga
Hanya saja bantuan mereka paling-paling dalam bentuk perluasan penyiaran berita

Mungkinkah kami mengadu kepada para ulama yang mulia?
Sepertinya kami akan diterima dengan suka cita
Meskipun yang bakal kami terima hanyalah nasehat dan doa
Namun hal itu sangat berharga memotivasi kami untuk terus berdaya guna
Mencapai cita demi kejayaan bangsa

Mungkinkah kami mengadu kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat?
semestinya lembaga iut adalah tempat yang tepat
Karena semua mereka adalah hasil pilihan rakyat
Kampanye mereka janji berjuang untuk rakyat
sudah seharusnyalah mereka menerima pengaduan kami sebagai rakyat
Hanya kami ragu mereka akan berkilah syarat
Yaitu konstituen pendukung masing -masing saja yang menjadi isyarat
Kesungguhan para anggota DPR RI menjadi ragu diharap
Dalih mereka hanya bertugas sebagai pembuat undang-undang, penentu anggaran dan
mengawasi kerja pemerintah dengan cermat

Kalau ternyata memang demikian halnya terjadi
Kepada siapa lagi semestinya kami menagih janji?
Kalau bukan kepada salahsatunya Ibu Wakil Ibu Negara yang menjadi pendukung utama pemimpin kami tertinggi
Yaitu Nyonya Hj. Herawati Budhiono terpilih rakyat yang sudah pasti
Pengemban amanat undang-undang dasar RI
Pelaksana segenap undang-undang negara yang diamanati.

Kami sadar bahwa Ibu Wakil Ibu Negara bukanlah milik kami sendiri
Segenap rakyat berhak menuntut disantuni
Semua lembaga sosial masyarakat berkepentingan untuk diayomi
Seluruh tanah air perlu diamati
Berbagai kegiatan anak bangsa perlu dimotivasi
Kegiatan Wakil Kepala Negara melayani Negara sahabat perlu pula didampingi

Itulah sebabnya Ibu Wakil Ibu Negara perlu mengkoordinasikan istri-istri para mentri
Guna membantu para suami dalam berbakti kepada negeri mewujudkan janji setia pada ibu pertiwi
Bersama rakyat yang termarjinalkan kreatif berinovasi
Membantu Wakil Presiden memenuhi bukti janji berbakti

Sebagai pendamping utama pemimpin kedua tertinggi di Republik Indonesia adalah istri
Wakil Presiden sebagai Ibu Wakil Ibu Negara penentram aman
Dirinya adalah symbol Ibu Pertiwi yang harus terjaga dan terpelihara nyaman
Keselamatan dirinya dan keluarga harus terjamin aman dari ancaman3
Kesibukanya yang tinggi mengakibatkan waktu berkurang
Pendelegasian pendampingan menjadi penting dirancang

Sesungguhnya kami dari lapisan anak bangsa yang termarjinalkan
Membutuhkan perhatian dari segala bidang penggarap pembangunan
Semestinya setiap organisasi pendampingan kementrian mempunyai program
pengentasan kemiskinan dari sudut pandang masing-masing garaan
Namun dari organisasi pendampingan kementrian sosial dan pendidikan dengan
sendirinya tertumpu penekanan yang dominan terhadap anak bangsa yang termasuk termarjinalkan

Oleh karenanya kami merindukan pendamping mentri sosial dan menteri pendidikan
yang seharusnya punya kepedulian yang berimbang
Merepresentasikan kepedulian Ibu Wakil Ibu Negara terhadap anak bangsa yang termarjinalkan
Dengan mereformasi birokrasi yang panjang menyulitkan
berkomitmen menuntaskan penanganan permasalahn kemasyarakatan
Siap berdialog langsung dengan rakyat yang memerlukan penanganan
Serta siap pula mencarikan solusi yang berketuhanan semestinya melandasi pemikiran
pendamping Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan yang diharapkan

Jika harapan ini dapat terwujud nyata
Indonesia bangkit tak akan lama tercipta
Anak bangsa yang termarjinalkan tergugah gairah bekerja
yang berniat jahat menjadi urung berbuat nista
Pendidikan dan pembangunan untuk semua menjadi merata tercipta


UNGKAPAN KATA HATI ANAK BANGSA YANG TERMARJINALKAN


Puisi dan doa silaturahmi kerinduan
Dari laisan anak bangsa yang termarjinalkan
Kepada Ibu Wakil Ibu Negara Republik Indonesia yang dimuliakan
Nyoya Hj. Herawati Budihiono yang terpilih berjanji memberikan dukungan
Sungguh indah pembangunan untuk semua dicanangkan
Mungkinkah seetes keindahan itu menyentuh kami anak bangsa yang termarjinalkan
Itulah pertanyaan yang kami rindu jawaban yang memuaskan

Tahukah Ibu siapa saja yang termasuk lapisan anak bangsa yang termarjinalkan?
Adalah kami yang terpaksa menjadi yatim piatu dikarenakan berbagai sebab keadaan,
Adalah kami yang terpaksa menjadi anak jalanan,
Adalah kami yang terpaksa tak tersentuh pendidikan
Adalah kami yang terpaksa mengemis dipinggir jalan
Adalah kami yang terpaksa menjadi pengangguran
Adalah kami yang terpaksa hidup mengurban
Adalah kami yang terpaksa hidup menggelandang
Adalah kami yang tak berpeluang meraih kesempatan berperan
Adalah kami yang tak mampu bersaing tajam
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban kekerasan
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban perkosaan
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban bencana alam
Adalah kami yang terpaksa hidup terpencil dan terbuang
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban melemahnya perekonomian
Adalah kami yang terpaksa menjadi lanjut usia tampa jaminan
Adalah kami yang terpaksa menyandang kecacatan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan penglihatan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan pendengaran
Adalah kami yang terpaksa kehilangan kemampuan berbicara lisan
Adalah kami yang terpaksa melemahnya ingatan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan anggota badan
Adalah kami yang terpaksa kehilangan kendali perasaa
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban ketergantungan obat-obatan terlarang
Adalah kami yang terpaksa melakukan kegiatan pekerjaan pelacuran
Adalah kami yang terpaksa menjadi mantan lembaga pemasyarakatan
Adalah kami yang terpaksa korban keterasingan
Adalah kami yang terpaksa melanggar peraturan ketentuan hukum perundang-undangan
Adalah kami yang terpaksa menjadi korban kerasnya peperangan perpolitikan
Kesimpulannya adalah kami yang terpaksa menjadi korban ketidak-adilan
Dari manusia yang tidak peduli akan pentingnya berperikemanusiaan.
Serta tidak mau mengerti akan pentingnya landasan keTuhanan

Kepada siapakah kami sepatutnya mengadukan permasalahan dengan harapan
Kerinduan setetes indahnya pembangunan untuk semua semakin dapat diharapkan

Mungkinkah kami mengadu kepada para konglomerat?
Kami ragu justru mereka akan memberi damprat
karena mereka khawatir akan jatuh melarat

Mungkinkah kami mengadu kepada para pejabat birokrat?
Kami ragu justru kami akan terperangkap jerat
Karena panjangnya meja birokrasi yang bberlipat-lipat

Mungkinkah kami  mengadu kepada para penegak hukum terhormat?
Kami justru takut akan mendapat fitnah khianat
Karena mereka bertugas menghukum yang terbukti keparat

Mungkinkah kami mengadu kepada media massa?
Sepertinya mereka akan suka saja menerima siapapun juga
Hanya saja bantuan mereka paling-paling dalam bentuk perluasan penyiaran berita

Mungkinkah kami mengadu kepada para ulama yang mulia?
Sepertinya kami akan diterima dengan suka cita
Meskipun yang bakal kami terima hanyalah nasehat dan doa
Namun hal itu sangat berharga memotivasi kami untuk terus berdaya guna
Mencapai cita demi kejayaan bangsa

Mungkinkah kami mengadu kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat?
semestinya lembaga iut adalah tempat yang tepat
Karena semua mereka adalah hasil pilihan rakyat
Kampanye mereka janji berjuang untuk rakyat
sudah seharusnyalah mereka menerima pengaduan kami sebagai rakyat
Hanya kami ragu mereka akan berkilah syarat
Yaitu konstituen pendukung masing -masing saja yang menjadi isyarat
Kesungguhan para anggota DPR RI menjadi ragu diharap
Dalih mereka hanya bertugas sebagai pembuat undang-undang, penentu anggaran dan
mengawasi kerja pemerintah dengan cermat

Kalau ternyata memang demikian halnya terjadi
Kepada siapa lagi semestinya kami menagih janji?
Kalau bukan kepada salahsatunya Ibu Wakil Ibu Negara yang menjadi pendukung utama pemimpin kami tertinggi
Yaitu Nyonya Hj. Herawati Budhiono terpilih rakyat yang sudah pasti
Pengemban amanat undang-undang dasar RI
Pelaksana segenap undang-undang negara yang diamanati.

Kami sadar bahwa Ibu Wakil Ibu Negara bukanlah milik kami sendiri
Segenap rakyat berhak menuntut disantuni
Semua lembaga sosial masyarakat berkepentingan untuk diayomi
Seluruh tanah air perlu diamati
Berbagai kegiatan anak bangsa perlu dimotivasi
Kegiatan Wakil Kepala Negara melayani Negara sahabat perlu pula didampingi

Itulah sebabnya Ibu Wakil Ibu Negara perlu mengkoordinasikan istri-istri para mentri
Guna membantu para suami dalam berbakti kepada negeri mewujudkan janji setia pada ibu pertiwi
Bersama rakyat yang termarjinalkan kreatif berinovasi
Membantu Wakil Presiden memenuhi bukti janji berbakti

Sebagai pendamping utama pemimpin kedua tertinggi di Republik Indonesia adalah istri
Wakil Presiden sebagai Ibu Wakil Ibu Negara penentram aman
Dirinya adalah symbol Ibu Pertiwi yang harus terjaga dan terpelihara nyaman
Keselamatan dirinya dan keluarga harus terjamin aman dari ancaman3
Kesibukanya yang tinggi mengakibatkan waktu berkurang
Pendelegasian pendampingan menjadi penting dirancang

Sesungguhnya kami dari lapisan anak bangsa yang termarjinalkan
Membutuhkan perhatian dari segala bidang penggarap pembangunan
Semestinya setiap organisasi pendampingan kementrian mempunyai program
pengentasan kemiskinan dari sudut pandang masing-masing garaan
Namun dari organisasi pendampingan kementrian sosial dan pendidikan dengan
sendirinya tertumpu penekanan yang dominan terhadap anak bangsa yang termasuk termarjinalkan

Oleh karenanya kami merindukan pendamping mentri sosial dan menteri pendidikan
yang seharusnya punya kepedulian yang berimbang
Merepresentasikan kepedulian Ibu Wakil Ibu Negara terhadap anak bangsa yang termarjinalkan
Dengan mereformasi birokrasi yang panjang menyulitkan
berkomitmen menuntaskan penanganan permasalahn kemasyarakatan
Siap berdialog langsung dengan rakyat yang memerlukan penanganan
Serta siap pula mencarikan solusi yang berketuhanan semestinya melandasi pemikiran
pendamping Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan yang diharapkan

Jika harapan ini dapat terwujud nyata
Indonesia bangkit tak akan lama tercipta
Anak bangsa yang termarjinalkan tergugah gairah bekerja
yang berniat jahat menjadi urung berbuat nista
Pendidikan dan pembangunan untuk semua menjadi merata tercipta